beritaGo.com
 
 
   
 
 
Tutup Iklan
ads
 

Kerupuk Godong Jati Kuliner Unik Desa Banyuurip

Kerupuk Godong Jati Kuliner Unik Desa Banyuurip

 
azzam
2016-06-26 10:42:34
azzam Potensi 0 313
 
 
Kerupuk Godong Jati Kuliner Unik Desa Banyuurip

Kerupuk Godong Jati Kuliner Unik Desa Banyuurip

 

Berita Potensi Pilihan

 
 
 
 
 

 Siapa yang menyangka jika daun jati bisa dibuat camilan yang renyah, gurih dan yang pasti punya manfaat.  Yaitu bisa menurunkan kolesterol, anemia dan menurunkan darah.

Adalah warga Desa Banyuurip Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, Jawa Tengahyang bisa mengkreasikan daun jati menjadi salah satu camilan tersebut.  Bermula dari mencoba, akhirnya menjadi sebuah produk yang dinamakan kerupuk godong  atau daun jati.

Namun demikian, tidak serta merta hanya daun jati saja yang diolah dan harus diberi tambahan bahan lain.  Dinamakan kerupuk daun jati dikarenakan bahan dasarnya memakai daun jati, ditambah dengan tepung tapioka, serta bumbu yang terdiri dari ikan sebagai pengganti MSG, bawang putih, garam dan gula.

"Kerupuk daun jati ini, tidak menggunakan bumbu masak kimia, makanya sebagai penggantinya agar gurih, kami memakai ikan," jelas pembuat kerupuk daun jati Sutijah.

Sutijah juga menambahkan bahwa inspirasi membuat kerupuk berbahan dasar daun jati, dikarenakan banyak pohon jati di Desa Banyuurip.  Dan dia berpikir jika bisa dimanfaatkan, alangkah bagusnya, maka dia mencoba membuat kerupuk tersebut.

"Di Banyuurip banyak pohon jati, dan saya mencobanya untuk bereksperimen membuat kerupuk dengan bahan dasar daun jati.  Ternyata bisa, dan hasilnya juga banyak yang menyukai," tambahnya.

Untuk proses pembuatan kerupuk daun jati ini, membutuhkan waktu kurang lebih dua hari.  Dikarenakan adonan yang sudah jadi juga harus didinginkan selama 24 jam di kulkas agar nantinya bisa dipotong tipis-tipis.

"Setelah dipotong tipis, kemudian dijemur dan butuh waktu satu hari jika panasnya terik.  Dan jika panasnya kurang maka harus dijemur lagi hingga kering," terangnya.

Setelah kering baru kemudian digoreng dengan minyak yang panas, sehingga kerupuknya bisa mekar lebih maksimal.

Sutijah menjual kerupuk dalam kemasan plastik seberat 2 ons dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu Rp. 7.500,- hingga Rp. 8 ribu.  Itupun sudah memperoleh keuntungan yang lumayan.

"Sementara masih dipasarkan di Kabupaten Pati, karena produksinya masih belum bisa maksimal dalam jumlah banyak," bebernya.

Agar lebih bisa berkembang dan menjadi kuliner khas Banyuurip, produksi kerupuk daun jati hasil olahan Sutijah rencananya akan dipasarkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Lumintu.  Dan diharapkan dengan produksi yang lebih maksimal, maka akan bisa memberdayakan masyarakat Banyuurip yang masih menganggur.

Demikian juga akan lebih meningkatkan jumlah pemasaran kerupuk daun jati itu sendiri.  Dengan begitu akan meningkatkan ekonomi warga  Banyuurip.

 
 
 

Promoted Stories

Lainnya

 
 

Komentar Sedulur

   Belum ada komentar dari sedulur beritaGo.

  Tulis Komentar

   Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
 

Komentar Facebook

   
image

beritago.com merupakan portal berita dan informasi yang mengusung konsep "social media journalism", yakni dimana masyarakat dapat ikut menjadi kontributor informasi serta menggunakan portal beritaGo.com dengan bertanggungjawab dan sesuai dengan ketentuan penggunaan yang telah ditetapkan,

Informasi dan Kerjasama

  •   contact@beritaGo.com
  •  08123456789 / 024-123456
  •  indiego inti corpora ltd
   
 
 
Copyright 2016 beritaGo by indiego inti corpora. Social Media Journalism and Social Broadcasting System. All Rights Reserved.

Local Straight News , Aggreggate Content dan Social Media Journalism oleh beritaGo.com
Copyright 2014-2016 All Rights Reserved. beritaGo.com is a registered trademark of indiego inti corpora
Jawa Tengah, Indonesia.

Tutup Iklan